Love Between North and South (Chapter 5)

edit 11

Title    : Love Between North and South (Chapter 5)

Author : Dian Linglung

Main Cast :

Bae Suzy, Kim Myungsoo

Support Cast

Kim Sunggyu, Lee Sungyeol, Nam Woohyun, Fei, Min

Length : Chapter

Genre  : Action, Sad, Romance

Note    : FF ini sebenernya hasil editan dari ff yang udah di post di fb + blog pribadi yang castnya Cn Blue, OC berhubung gagal jadi author rewrite ff ini pake cast myungzy. Jadi klo udah ada yang baca ff originalnya ini bukan plagiat loh~ ini murni tulisan author.

 

NO SILENT READERS!!!

Happy Reading ^^

Author POV

Woohyun berlari sejauh mungkin dari lokasi kejadian “Suzy-ya kau bodoh!!” gerutunya sambil berlari. Dia tidak percaya Suzy akan mengorbankan dirinya sendiri demi Myungsoo bukankah dia berjanji untuk menjauhi namja itu.

Sebuah mobil berhenti di hadapannya, kaca mobil itu terbuka “Masuklah!” Woohyun mengenali siapa yang mengendarai mobil itu dan tak segan untuk masuk ke dalam.

“Dari raut wajahmu sepertinya kau gagal.” Pengemudi mobil itu melirik Woohyun.

“Eoh.”

“Kutebak, Suzy menjadikan tubuhnya sebagai perisai kan?” Woohyun diam, pengemudi mobil itu yang ternyata seorang yeoja menyeringai “Bukankah sudah kukatakan padamu, Suzy sudah jatuh cinta pada Kim Myungsoo, dia cinta pertamanya. Suzy tidak akan dengan mudah menjauhinya.”

“Omong kosong.” Woohyun menatapnya tajam

“Lagipula Suzy sudah tahu jika kau membodohinya.”

“Apa maksudmu?’

“Dia tahu kau yang membunuh Tony Lee sebelum dia membunuhnya.”

Woohyun melotot

“Kau yang bodoh bukan Suzy.”

****

“Suzy ssi!! Suzy ssi!” Myungsoo menekan luka tusukan di perut suzy dengan tangannya menahan aliran darah.

Suzy mengangkat tangan kanannya menyentuh pipi Myungsoo “Kau tidak apa-apa?” Tanya Suzy dengan suara pelan.

“Aku tidak apa-apa tapi kau yang terluka, kenapa kau mengorbankan dirimu sendiri hah?”

“Karena aku…..”

Kedua kelopak mata Suzy terpejam sempurna sebelum ia melanjutkan ucapannya.

“SUZY! IREONA!!” teriak Myungsoo namun tak ada tanggapan dari Suzy.

****

Myungsoo berjalan mondar-mandir di depan ruang operasi, dia sangat khawatir dengan keadaan Suzy, dia tidak bisa membayangkan jika sesuatu yang buruk terjadi pada Suzy.

‘Tidak! Suzy kuat! Tidak akan terjadi apa-apa padanya.’

Sungyeol dan dua orang polisi menghampiri Myungsoo.

“Bagaimana keadaanya?”

“Molla, operasinya belum selesai.” Sungyeol menepuk bahu Myungsoo sambil tersenyum “Suzy akan baik-baik saja.”

“Aku harap begitu. Bagaimana apa kau menemukan petunjuk?”

Raut wajah Sungyeol berubah, dia menggeleng “Kami menemukan cctv tapi cctv itu sudah lama tidak berfungsi, tidak ada saksi mata di tempat kejadian selain kau.”

Emosi Myungsoo meledak, ia meninju tembok sekuat tenaga darah merembes keluar dari perban yang masih terpasang di tangannya.

“YAK!!”

Kepala Myungsoo menunduk menatap darah yang merembes pada perban yang dipakainya

‘Suzy-ya aku melukai diriku lagi, tapi rasa sakitnya tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa sakit yang kau rasakan sekarang. Maafkan aku!’

Pintu operasi terbuka, seorang dokter dan beberapa perawat keluar dari ruang operasi

“Dokter bagaimana keadaanya?”

“Kau membawanya tepat waktu, dia selamat.”

Myungsoo menghela nafas lega “Terima kasih dokter.” Dokter tersenyum lalu meninggalkan Myungsoo dan Sungyeol

 

Kamar perawatan

Myungsoo memegang tangan Suzy dengan kedua tangannya, dia berdoa dalam hati untuk kesembuhan Suzy.

“Kenapa kau mengorbankan dirimu sendiri?” Myungsoo menatap wajah Suzy yang belum sadarkan diri, tangannya terulur menyentuh pipi Suzy dengan lembut.

Kedua bola mata Suzy bergerak perlahan

“Suzy ssi, kau bisa mendengarku?”

Kedua kelopak mata Suzy terbuka, dia menatap langit-langit kamar lalu menoleh ke arah Myungsoo yang ada di samping kirinya, dia tersenyum.

“Suzy ssi, gwenchana? Chakkaman, aku akan memanggil dokter.” Myungsoo berlari keluar kamar meninggalkan Suzy yang termenung.

‘Aku masih hidup.’ Batin Suzy

Tak lama seorang dokter dan suster datang untuk memeriksa keadaan Suzy. Selama pemeriksaan Suzy menatap suster, dia merasa pernah bertemu dengan suster itu.

Dia…

Kedua tangan Suzy mengepal saat ia mulai mengenali siapa suster itu.

 

Flashback

“Suster! Tolong biarkan ibu saya mendapat perawatan, dia sangat kesakitan.”

“Maaf! tapi kami tidak bisa.”

“Wae?”

“Kami tidak menerima pasien dari Korea Utara.”

“Apa maksudmu?”

Suster itu pergi tanpa memperdulikan seorang wanita paruh baya yang sedang sekarat yang datang bersama anaknya.

Flashback end

 

“Keadaannya normal, kita hanya perlu menunggu luka itu mengering.”

“Terima kasih dokter.” Myungsoo menundukan kepalanya 

Kedua mata Suzy terus memperhatikan suster itu sampai dia meninggalkan kamar perawatan.

‘Eomma! Dia disini, orang yang membuatmu meninggal ada disini.’

“Suzy ssi! Gwenchana? Appo?” Myungsoo menatap Suzy khawatir.

Suzy hanya menggeleng lalu memejamkan kedua matanya.

“Istirahatlah, aku akan menjagamu disini.” Ucap Myungsoo

‘Suster itu disini eomma, dia merawatku, kenapa dia tidak melakukan hal yang sama padamu dulu? Wae’ batin Suzy.

 

“Eomma!! Eomma!!” seorang gadis menangis sambil memanggil eommanya saat peti mati memasuki ruangan kremasi. “Eomma! Jangan tinggalkan aku sendiri jebal!”

“Suzy-ya!” seorang namja memeluknya dari belakang menahan tubuh Suzy yang berusaha menerobos masuk ke dalam.

“Oppa! Aku ingin menyusul eomma, aku tidak mau sendirian.”

“Kau tidak sendirian Suzy-ya masih ada oppa di sini.”

“Shireo! Aku ingin eomma! Aku ingin mati saja agar bisa bersama eomma.” tangis gadis itu semakin menjadi.

Namja itu membalikan tubuh Suzy menghadapnya “Kau harus hidup! Yang harus mati itu adalah orang-orang yang mengabaikan kita karena kita berbeda dari mereka, kita utara sedangkan mereka selatan.”

“Apa yang harus aku lakukan?”

“Membuat mereka membayar apa yang telah mereka lakukan pada kita.”

 

Suzy membuka kedua matanya, tatapan matanya berubah menjadi tatapan menakutkan. Dia bangkit duduk di atas ranjang lalu menoleh ke samping kanan melihat Myungsoo yang tertidur di kursi. Dia menatap Myungsoo sejenak, “Mianhe!”

Suzy mencabut jarum infuse yang terpasang di lengannya, ia meringis kesakitan saat berusaha turun dari tempat tidur. Dengan menahan rasa sakit di perutnya ia keluar dari kamar secara perlahan. Tekadnya sangat kuat untuk menemui suster yang menyebabkan dia kehilangan ibu yang di cintainya.

‘Park Jiyeon kau akan mati di tanganku!’

Suzy berjalan perlahan tangannya memegang perut sedangkan tangan kirinya bertumpu pada tembok, tatapan matanya tajam.

“Agassi, apa yang sedang kau lakukan di sini? Kau harus berbaring di tempat tidur.”

‘I found you’

Suzy mengarahkan kedua tangannya ke arah suster –Park Jiyeon- dia mencekik lehernya dengan sekuat tenaga.

“Kau! Pembunuh! Kau membunuh ibuku!”

“Aaapa maksudmu?”

“Lihat aku baik-baik! Kau ingat kau menolak ibuku mendapat perawatan karena dia seorang warga Korea Utara, asal kau tahu gadis yang di sampingnya yang memohon-mohon padamu sambil menangis itu aku!”

“Kau pembunuh!”

Suzy semakin kuat mencekik

“Kau pembunuh! Kenapa kau mengabaikan ibuku? Apa kesalahannya sehingga kau melakukan itu padanya?”

“Ya Tuhan! Apa yang kau lakukan?” Myungsoo datang berusaha melepaskan kedua tangan Suzy dari leher Jiyeon.

“Dia pembunuh! Dia membunuh ibuku! Dia mengabaikan ibuku padahal ia sedang sekarat! Eomma!!”

Myungsoo berhasil melepas kedua tangan Suzy. Suzy menangis kencang “Jangan halangi aku! Dia melakukan itu karena ibuku seorang warga Korea Utara apa bedanya denganku, kenapa dia menolongku tapi dia tidak menolong ibuku hah?”

Suzy memegang perutnya, “Aahh~” Myungsoo menggendong Suzy yang meringis kesakitan ke dalam ruangannya, setelah membaringkan Suzy, ia segera memanggil dokter.  

Suzy terus menangis saat dokter mulai mengobati lukanya yang jaitannya kembali terbuka, Myungsoo hanya diam sambil memperhatikannya.

“Aku mendengar semuanya.” Myungsoo membuka mulutnya setelah dokter dan perawat keluar dari ruangan.

Suzy tak menoleh sedikit pun ke arah Myungsoo, ia terus memandangi jendela dengan tatapan kosong.

“Aku bahkan melihat apa yang kau lakukan pada perawat itu, rekaman CCTV juga merekam penyeranganmu. Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Myungsoo berdiri di samping tempat tidur Suzy, memperhatikan Suzy yang sama sekali tidak menunjukan reaksi apa-apa, dia tetap memandang jendela dengan tatapan kosong.

“Suzy ssi!”

“Lakukan apa yang harus kau lakukan, kau seorang polisi kau tahu apa yang harus kau lakukan.” Ucap Suzy tanpa mengalihkan pandangannya.

“Jika itu yang kau inginkan kau dalam masalah besar.”

“Aku tidak peduli.”

“Kau bukan Suzy yang ku kenal.”

“Berhenti seolah-olah kau mengenalku dengan baik. Kau tidak tahu apa-apa.”

“Aku mengenalmu, mengenal dengan baik orang yang rela mengorbankan dirinya sendiri demi menyelamatkan pria tak berguna sepertiku, dia bahkan bertanya apakah aku baik-baik saja, padahal saat itu dia sendiri yang terluka, tapi dia masih mengkhawatirkanku.”

“Cukup! Tidak usah merasa berhutang budi padaku. Kau tidak tahu siapa aku sebenarnya, lebih baik kau pergi!” Suzy menatap Myungsoo tajam.

“Baiklah aku akan pergi.” Ucap Myungsoo mengalah. Dia keluar dari ruangan Suzy dengan pikiran yang kalut, dia tidak bisa mencerna dengan baik apa yang sebenarnya terjadi hari ini. Dimulai dengan kejadian penusukan yang mengorbankan Suzy, lalu penyerangan yang dilakukan Suzy pada seorang suster. Benar apa yang diucapkan Suzy, dia tidak tahu apa-apa mengenai gadis itu, terkadang Suzy menjadi seorang gadis yang ramah dan terkadang pula ia menjadi gadis dingin yang sulit diajak bicara. Dan hari ini ia menemukan sisi lain seorang Bae Suzy, dia rela membiarkan tubuhnya menjadi perisan untuk melindungi Myungsoo dan juga Suzy menunjukan kemarahannya, sorot matanya begitu tajam menyimpan emosi yang telah lama ia pendam. Ia berteriak, ia menangis histeris .

‘Siapa sebenarnya kau, suzy? Kenapa aku merasa mengenalmu dengan baik? Apa yang terjadi denganmu sebenarnya?’ batin Myungsoo ia menatap pintu ruangan Suzy di rawat yang tertutup rapat beberapa saat lalu ia membalikan tubuhnya meninggalkan tempat itu.

Saat berjalan menyusuri lorong rumah sakit Myungsoo berpapasan dengan seorang namja berpakaian serba hitam dan juga memakai topi yang menutupi wajahnya.

“Tunggu giliranmu Kim Myungsoo.”

TBC

Annyeong ^^

Masih ingatkah ff ini? Klo lupa boleh baca lagi part sebelumnya hhii~

Author sebenernya kelupaan soal ff ini yang masih belum tamat, jadi mumpung lagi libur author mau ngebut nyelesain ff ini sama ngelanjutin ff seriesnya myungzy.

Makasih banyak ya buat readers yang masih setia baca ff author yang ngaret klo ngepost terus suka tiba2 ngilang dari peredaran,, hhii 😀

Maaf klo bikin readers nunggu lama :)

Iklan

17 comments on “Love Between North and South (Chapter 5)

  1. nisanisa berkata:

    yeay author is back, kangen bgt ma ni ff,, agak lupa sih thor ma part sblmnya, soalny udah lama bgt gk dilanjut, moga aja ff ni bisa smpe slesai, fighting thor, next part jgn lama2 ne

  2. aisyah amini berkata:

    masih penasaran sma karaktet suzy yg sbenernya, next thor..

  3. bsuji berkata:

    akhirnya update… baca dulu part sebelumnya…
    author fighting

  4. rianaevi berkata:

    akhirnya di lanjut juga.. ud lama nungguin.. ntu woohyun ya.. awas ngapa-ngapain myungpa!!
    part 6 d tunggu ya ^^

  5. kharolina berkata:

    ya ampun thor ampe lumutan aku nunggunya,untung ini ff masih lanjut aku kira bakal gantung ..kekeke next part fighting!

  6. pputri berkata:

    Akhirnya di post juga
    Ditunffu next post nya thor o^

  7. vie_3 berkata:

    lnjut thor….hmpur ja lupa sm nie ff….
    keren…..next,,,,next,,,,myungzyjjang

  8. dyyyy berkata:

    tu woohyun ta?
    siapa lg yg masuk klompok mrk?
    dtunggu part slnjutny…

  9. Aan Cherry berkata:

    Wah dilanjut juga, next update soon thor 😀

  10. sendy sekar berkata:

    pas awal udh rada2 lupa tapi kesini2nya inget lagi. eoh itu yang pake baju item si woohyun ya??
    ditunggu part selanjutnya thor 🙂

  11. iec_4 berkata:

    Waahh…koq suzy d tnggal sndri..da yg jagain g tuh?? ntar woohyun dtg lg..
    next thor

  12. MyungZyFa berkata:

    Lama amat eon ._.
    sampe lumutan:D

  13. april berkata:

    Lanjut ….

  14. Suszy berkata:

    Lama bener ya thor kembali. Sampai kaya patung hello…. Ff’a daebak thor 😀

  15. lemot berkata:

    syukur deh dipost lagi :’ ah sudah lama ampe lupa ceritanya yg mana ~

  16. fauzia15 berkata:

    Eonni….kok part 6 nya belom muncul?

    Padahal aku udh nunggu lama lho. Soalnya ceritanya lg seru bgt niihh….hehe maaf ya klo aku cerewet.
    Ditunggu next part nya yaa…Semangat nulisnyaa semoga idenya terus lancar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s